KONFERENSI PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT KE 4
The 4 TH CONFERENCE ON HEALTH PROMTING HOSPITALS
“STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM MELAKSANAKAN REORIENTASI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT”
JAKARTA 27-30 NOVEMBER 2018


  • A. Latar Belakang

 

Semakin kompleknya permasalahan kesehatan dimana terjadi Global Burden Non-Communicable Diseases (NCDs) termasuk Indonesia, masih tingginya prevalence TBC dan Stunting, cakupan imunisasi lengkap masih rendah,  pentingnya pelayanan kesehatan diarahkan ke upaya-upaya promotif dan preventif. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perorangan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat. World Health Organization (WHO) melalui Collaborating Centre for  health Promotion in Health and Health Care, agar rumah sakit lebih menekankan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, telah mengeluarkan regulasi dalam penglolaan rumah sakit berbasis promosi kesehatan. Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi acuan badan akreditasi rumah sakit internasional maupun nasional.    

Konferensi Nasional PKRS merupakan ajang dikusi dari berbagai pemangku kepentingan, penyelenggara, praktisi dan akademisi, yang hasilnya menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti dari berbagai pihak.

 

  • B. Tema:

Fokus pembahasan dalam Konferensi Nasioal PKRS Ke-4, merujuk pada tema      “26TH INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH PROMOTING HOSPITAL AND HEALTH SERVICE” di BOLOGNA ITALIA tanggal 6-8 Juni 2018 yaitu “HEALTH PROMOTION STRATEGIES TO ACHIEVE REORIENTATION OF HEALTH SERVICES: EVIDENCE-BASED POLICIES AND PRACTICES”. Tema tersebut relevan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini, dan sejalan dengan kebijakan kesehatan nasional, dengan 3 pilar utama untuk mencapai Indonesia Sehat  yaitu Pardigma Sehat, akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional, dengan pendekatan Gerakan Hidup Sehat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Pentingnnya reoreintasi pelayananan kesehatan rumah sakit ke-arah  promotif dan preventif sebagaimana konsensus Ottawa Charter 1986 “Re-orienting health care services toward prevention of illness and promotion of health”. Rumah Sakit diharapkan dapat berkomitmen meyelenggarakan promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan. Diharapkan promosi kesehatan dapat sebagai penggerak dalam melaksanakan reorientasi pelayanan kesehatan. Maka Tema pada Konferensi Nasional PKRS Ke-4 tahun 2018, yaitu:

“STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM MELAKSANAKAN REORIENTASI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT”

Dengan topik-topik diskusi yaitu:

Kebijakan dan Strategi Promosi Kesehatan dalam Mendukung Reorientasi Pelayanan Kesehatan.

Perubahan yang efektif dan berkelanjutan dalam organisasi harus didukung dengan tata kelola yang memadai. Di awali dengan adanya dukungan kebijakan yang kuat dan terstruktur dimuali dari kebijakan global hingga kebijakan nasional. Kebijakan tersebut diejawantahkan dalam strategi bagaimana pencapai suatu tujuan Bersama yaitu mereorientasikan pelayanan rumah sakit melalui penguatan peran promosi kesehatan. Pembahasan pada sesi ini adalah melihat persfektif global dan nasional mengenai kebijakan dan strategi promosi kesehatan rumah sakit dalam mendukung reorientasi pelayanan kesehatan.

Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit dalam Reorientasi Pelayanan Kesehatan.

Revitalisasi promosi kesehatan rumah sakit telah dilaksanakan satu dekade (sejak 2008), berbagai pengalaman dalam mengimplementasikan promosi kesehatan sebagai penggerak reorientasi pelayanan kesehatan dilaksanakan berbagai pendekatan secara terintegrasi. Presentasi akan merefleksikan bagaimana konsep dan pengalaman rumah sakit dalam mempromosikan kesehatan yang berorientasi pada pasein, keluarga dan masyarakat  telah berkontribusi meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

 

Kolaborasi PKRS Reorientasi Pelayanan Kesehatan

Dalam menjadikan promosi kesehatan sebagai penggerak mengembangkan layanan kesehatan menjadi lebih baik diperlukan kolaborasi dalam mendukung sistem yang terintegrasi, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat menentukan agar promosi kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan. Presentasi akan membahas kontribusi institusi Pendidikan kesehatan, organisasi profesi (PPPKMI), penjamin mutu (KARS) dan penjamin pembiayaan (BPJS) bergerak bersama mendukung upaya rumah sakit dalam reorientasi pelayanan kesehatan.

 

Integrasi Promosi Kesehatan Dalam Manjemen Klinis.

Reorientasi pelayanan kesehatan tidak akan berhasil tanpa partisipasi yang baik dari pelaksana manajemen klinis, integrasi promosi kesehatan ke dalam manajemen klinis dapat meningkatkan outcome klinis pasien dengan mengintegrasikan promosi kesehatan dalam asuhan pasien secara berkesinambungan. Presentasi akan membahas integrasi promosi kesehatan dalam asuhan pasien pada kasus-kasus yang menjadi permasalahan kesehatan nasional saat ini yaitu TBC, stunting dan imunisasi.

 

Menjadikan Promosi Kesehatan Rumah Sakit sebagai penggerak dalam reorientasi pelayanan kesehatan

  • C. Tujuan
    1. Tujuan Umum
    1. Tujuan Khusus
    2. Adanya komitmen para penentu kebijakan dalam mengimplementasikan reorientasi pelayanan kesehatan
    3. Adanya strategi implementasi reorientasi pelayanan kesehatan
    4. Teridentifikasinya faktor pendorong dan penghambat reorientasi pelayanan kesehatan

 

  • D. Rencana pelaksanaan
    1. Hari, tanggal :    Selasa-Jum'at, 27 - 30 November 2018
    2. Tempat :    Hotel Mercure Ancol, Jakarta

 

  • E. Narasumber
  • World Health Organization Representatif Indonesia
  • Kementerian Kesehatan RI
  • International Health Promting Hospital Network
  • Jejaring HPH Indonesia
  • Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi RI
  • Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS)
  • RSUP Hasan Sadikin
  • RSUP Fatmawati
  • RS Akademik UGM
  • RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo
  • RSUP Harapan Kita
  • PPPKMI

 

  • F. Target Peserta.

Peserta yang akan hadir diperkirakan sejumlah 559 orang yang terdiri atas:

  1. Pimpinan rumah sakit: 50 orang
  2. Dinas Kesehatan Provinsi: 34 orang
  3. Para Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dan Promotor Kesehatan: 300 orang
  4. Akademisi dan Peneliti: 50 orang
  5. Konsultan perumahsakitan: 25 orang
  6. Mahasiswa kesehatan: 25 orang

 

  • G. Sumber Pembiayaan

Pembiayaan 196 peserta berasal dari DIPA Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2018 serta diharapkan akan ada 363 peserta dengan pembiayaan mandiri.

 

  • H. Panitia Pelaksana

Panitia pelaksana kegiatan Konas PKRS Ke-4 terdiri atas

  1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  2. Jejaring Nasional Health Promoting Hospital (HPH) Indonesia
  3. PPKMI

 

  • I. Rancangan KONFERENSI NASIONAL PKRS Ke-4.

Konferensi akan dilaksanakan dengan 4 sesi pleno, 8 Simposium/workshop, oral dan poster session, pameran.

  1. Pleno (4 sesi)
    1. Pleno 1 : Kebijakan dan Strategi Promosi Kesehatan dalam Mendukung Reorientasi Pelayanan Kesehatan
  • Reorientasi Pelayanan Kesehatan (WHO Representatif Indonesia).
  • Strategi Promosi Kesehatan dalam reorientasi Pelayanan Kesehatan (Shu Ti Chiu, MD, PhD/ Pakar Promosi Pesehatan Rumah Sakit Internasional/ Associate Professor, School of Medicine, National Yang-Ming University, Taiwan)
  • Kebijakan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Mendorong Reorientasi Pelayanan Kesehatan (dr Kirana Pritasari, MQIH, Dirjen Kesmas, Kemenkes RI).
  • Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Dalam Mendukung Reorientasi Pelayanan Kesehatan (dr Bambang Wibowo, SpOG, Dirjen Yankes, Kemenkes RI).

 

  1. Pleno 2 : Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit dalam Reorientasi Pelayanan Kesehatan
  • Membangun Budaya Promosi Kesehatan di Rumah Sakit ( Bahrul Anwar/ Direktur RSUD R. Syamsudin,SH).
  • Integrasi Promosi Kesehatan Dalam Asuhan Pasien (dr. Dominica H, Sp.M RSUP Hasan Sadikin).
  • Tantangan dan Peluang Reorientasi Layanan Kesehatan (dr. M. Syafak Hanung, Sp.A).
  • Best Pactices: Implementasi Reorientasi Layanan Kesehatan (Penang Hospital Malaysia).

 

  1. Pleno 3 : Kolaborasi PKRS Reorientasi Pelayanan Kesehatan
  • Aspek Mutu Dan Keselamatan Pasien Dalam Reorientasi Layanan Kesehatan ( dr. Sutoto, M.Kes./ Ketua Eksekutif KARS)
  • Promosi Kesehatan Rumah Sakit Di Era JKN (Prof Dr. dr Fahmi Idris, M.Kes. Dirut BPJS)
  • Peran Institusi Pendidikan Dalam Menghasilkan Tenaga Kesehatan yang Berorientasi Terhadap Promotif dan Preventif (Dirjen Pengembangan SDM Kemenrisdikti – Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, PhD)
  • Peran Organisasi Profesi dalam PKRS ( Rita Damayanti, M.S.PH/ KetuaPPPKMI)

 

  1. Pleno 4 : Pengembangan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
  • Manajemen Promosi Kesehatan Terhadap Kasus Penyakit Tidak Menular (dr Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.KK (K) Direktur Utama RS Akademi UGM)
  • Kajian Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Kepala Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)
  • Implementasi PKRS di Rumah Sakit Paru (Direktur RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo)
  • Self Assesment tools RS berbasis Promosi Kesehatan dalam peningkatan kualitas Imunisasi dan Pencegahan Stunting (Prof dr. Hadi Pratomo, MPH.Dr.PH)

 

  1. Simposium / Workshop
  1. Peran Pimpinan Rumah Sakit Dalam mendukung PKRS

(Direktur RSUP Sardjito, dr Diah Anjarini, M.Epid Direktur RSUD Bob Bazzar  Lampung, Direktur RS Imanuel Bandung)

  1. Peran Dinkes dalam Pembinaan PKRS (Dinkes Jabar, Direktur Promkes, Dinkes kota Bogor)
  2. Manajemen Penyelenggaraan PKRS (Dit Promkes&PM, HPH, Direktur Yankes Rujuk)
  3. Pengembangan Media PKRS (Direktorat Promkes, dr Zulasmi (PPKMI), RS Sutomo Surabaya)
  4. Promosi Kesehatan pada setting Khusus (RSJ Magelang, RSPI, RSJHK)
  5. Manajemen Komunikasi dan Edukasi Berdasarkan Standar Nasional Akreditasi RS (KARS, RSCM, Dir Mutu)
  6. Analisis biaya dan manfaat PKRS bagi rumah sakit (FKM UI, PPPKMI, RSUP Kandau)
  7. Inovasi Kegiatan Promosi kesehatan Rumah Sakit  (RSUD Syamsudin, RS.Karyadi, RSUP Persahabatan)

 

  1. Oral dan Poster Session

Konferensi menyelenggarakan presentasi oral dan poster. Peserta konferensi dapat berbagi pengalaman dan kajian terkait upaya pengembangan promosi kesehaatn dirumah sakit. Peserta   disesuaikan dengan jumlah partisipan dengan maksimal poster session 70 partisipan

 

  1. Pameran

Direncanakan akan diikuti oleh RS Vertikal, RSUD, dan RS Swasta dengan kapsitas maksimal 20 partisipan